" MY BADNESS "
Matahari mulai menyinari kamarnya, tirai yang setengah terbuka itu mengundang sinar yang terik , sehingga membutnya terbangun. Headset yang selalu tertempel di telinganya, ia taruh di meja. Handphine yang selalu di genggamnya , lalu ia charger karena lobet. Tanpa bicara sepatah katapun ia masuk kamar mandi. Setelah ia selesai mandi dan memakai seragam putih abu-abu itu, ia berdiri di depan cermin panjang miliknya, kemudian merapikan rambut pendeknya. Dia selalu memakai headset, lengan bajunya selalu di lipat dan diapun juga selalu memakai sepatu skets andalannya. Dengan gaya khasnya itu ia berangkat sekolah.Selama ia bersekolah dari SMP-SMA ia terpuruk dengan kesepian,tak ada yang bisa menghiburnya selain musik dan ibunya dulu sebelum meninggal. Pada saat ia duduk di kelas 1 SMP ibunya meninngal karena sebuah kecelakaan. Sebelum ibunya meninggal, ia selalu ceria dan tersenyum, baginya ibu adalah orang yang berharga dan paling berharga di dunia ini. Tetapi setelah ibunya meninggalkannya ia menjadi pemurung, semangat hidupnya mulai pada, ia menjadi emosional. Dan anehnya setelah kejadian tersebut ia menjadi penyendiri, ia benci keramaian. Ia hanya butuh dirinya dan musik, ia hanya ingin sendiri di dunia ini. Betapa sulitnya menjalani masa remaja seperti ini, banyak teman yang mengajaknya bergaul dan berteman, tapi apa jadinya jika ia benci dengan orang lain, ia hanya ingin sendiri. Lama kemudian teman-temannya membencinya, tak ada yang mau dekat dengannya , setiap ada orang yang mendekatinya dia selalu marah.
Suatu hari sekolahnya mengadakan kemping di daerah pegunungan. Sesampainya di lokasi , panitia acara membentuk beberapa kelompok , ia mendapat kelompok 3. Di kelompok ini anak-anak lainnya tertawa gembira, bercanda tawa sedankan ia hanya berdiam diri dan benyanyi sendiri. Di suatu waktu ada acara lomba kekompakan antar anggota, ia tidak ikut permainan itu, ia menyendiri di belakang semak belukar. Salah satu temannya melihatnya, lalu engajaknya bermain, tapi ia malah memarahinya, wajah temannya yang semula ceria menjadi terlihat kecewa setelah permintaannya di tolak secara kasar. Temannyapun kembali ke lokasi, kemudia di samping itu terdengar teriakan dan tawa anggota lainnya, mereka terlihat bahagia. Di belakang itu ia menangis dan berlari menjauh dari perkemahan. Diapun tiba di ujug jurang yang cukup tinggi. Ia pun teriak, berkata ibu. Ia merindukan tawanya bersama ibunya. Teryata teriakannya itu mebangunkan seekor ular yang sedang melingkar di ranting pohon, ia pun kaget. Dia pun mundur perlahan-lahan menjauh dari ular tersebut . Tanpa ia sadari kaki kirinya terperosok jatuh, tangannya pun menahan di akar pohon. Ia meminta tolong, teriak dan teriak tapi tidak ada yang datang, tangannyapun sudah tidak kuat lagi, akhirnya dengan pasrah ia melepaskan tangannya . Untungnya ia jatuh ke sungai dangkal yang tidak terlalu tinggi, diapun pingsan.
Ia pun membuka matanya perlahan-lahan, tanpa ia sangka ia masih hidup. Saat matanya terbuka ia melihat didepannya ada seorang perempuan yang membawa bunga. Ternyata perempuan tersebut adalah orang yang mengajaknya di kemping waktu itu. Dan pula ia adalah orang yang pertama kali menyelamatkan nyawanya. Ia pu meneteskan air mata saat mendengar cerita dari perempuan tersebut. Lalu ia meminta maaf berulang kali kepada temannya iti. Dari kejadian tersebut ia dapat mengambil pelajaran " bahwa tanpa bantuan orang lain kita tidak akan hidup bahagia dan bertahan " Akhirnya mereka berdua bersahabat dengan sangat bahagia.

ambil hikmahnya ya,,,!!!
BalasHapus